Minggu, 07 April 2013

Story About Pre Debut Daehyun B.A.P “Si nakal Daehyun yang berjuang melawan kemiskinan.”



“Bagaimana selebriti di TV bisa menjadi bintang?”

Dengan gemerlap industri hiburan yang semakin terkenal, kita sebagai masyarakat tidak hanya ingin tahu tentang imej glamor mereka, tapi juga kisah masa lalu sebelum mereka menjadi selebriti.

Kami sudah mempersiapkan sesi “kisah seorang bintang” di majalah kami yang tidak hanya menguak sisi jujur dari seorang bintang, namun juga kisah masa lalu mereka yang telah membawa mereka sampai dimana mereka bediri sekarang. Tokoh utama kali ini adalah Daehyun B.A.P, yang telah melangkahkan diri ke industri musik dengan karismanya, begitu pula dengan tugasnya sebagai “si polos” di dalam grup.

Sebagai anggota ketiga yang kami wawancarai, sesaat sebelum wawancara dimulai Daehyun membuka pintu studio rekaman TS Entertainment, tempat dimana wawancara diadakan, ia menyapa para reporter dengan senyum yang lebar. Ketika ditanya apakah ia mendengar pertanyaan-pertanyaan yang kami berikan pada Bang Yongguk dan Himchan, ia hanya membalas dengan senyum tipis.

“Aku lahir di Kwangju, Jeollanam-do pada tanggal 28 Juni 1993. Saat aku masih dalam kandungan ibuku, ibu bilang ia pernah melihat sapi dengan tanduk yang besar dan itu adalah siratan mimpi yang menyatakan bahwa ia akan melahirkanku (tertawa).”

Seperti apakah masa kecil Daehyun? Walaupun harus berusaha keras melawan kemiskinan akibat IMF, ia tak pernah kehilangan senyumnya dan kita pun dapat merasakan sikap optimis dari dalam dirinya.

“Saat aku kecil, kehidupanku sangat tercukupi hingga akhirnya terjadi IMF saat aku masih TK, dan kemiskinan pun menjadi sahabatku. Aku bahkan tidak mampu untuk belajar di TK dengan baik. Seperti apa aku saat kecil? Aku sangat bandel, dan lebih dari itu, aku cukup nakal, haha.”

Tidak pernah satu hari pun ia tidak mendapatkan luka di badannya, yang membuktikan kalau ia sangat nakal saat bermain waktu kecil dulu. Dan karena sifatnya yang riang dan gembira, ia punya banyak teman.

“Saat itu banyak sekali kejadian dimana aku mendapat banyak luka karena aku terlalu bermain-main saat SD. Kulitku bahkan terkelupas karena aku sering bermain sepak bola, dan pernah suatu ketika wajahku terbentur papan saat aku bercanda dengan pacarku, haha. Karena aku suka bergaul, sepertinya saat itu aku terlalu sibuk bermain dengan teman-teman.”

Tapi Daehyun tidak terus-terusan kekanakan karena ia sering diminta untuk menjaga toko peralatan ayahnya.

“Saat aku kelas 4 SD, ayahku membuka toko peralatan/perkakas dan aku sering disuruh untuk menjaga toko tersebut. Saat itu aku kecewa karena aku tidak bisa bermain sesering waktu aku kecil dulu tapi aku juga senang menyadari kalau aku bisa membantu ayahku. Aku merasa senang ketika aku bisa membeli makanan untuk dimakan di toko dengan uang yang aku dapat dari ayah, jika aku berhasil menjual satu barang. Dan suatu hari, kakak laki-lakiku pun ikut-ikutan menjaga toko bersamaku (tertawa).”

Daehyun yang dulunya lahir sebagai anak yang biasa saja di keluarga yang biasa saja pula itu membuktikan kesuksesan yang ia raih dengan parasnya yang tampan dan karismanya yang kuat sebagai member B.A.P yang bisa mempermainkan hati wanita.



2 komentar: